Assalamu'alaikum.wrwb
Semakin bertambahnya hari, rasa syukurku tiada henti. Allah mempunyai rencana besar mempertemukanku dengan seorang dosen tampan, muda dan memiliki konsep hidup yang baik. Sore itu tepat pukul 03.00 adalah pertemuan ketiga dalam mata kuliah kewirausahaan yang dia ajarkan. Aku rela kehujanan demi mata kuliahnya. Entah apa yang membuat jiwaku terpanggil. Karena baru tahun ini aku menemukan seorang motivator yang mengajarkan hal kreatif yang belum pernah aku dapatkan. Namanya adalah Lilik Setiono. Sumpah ya!!!!! Aku gak habis fikir, dosen ini selain gokil dan nyaman diajak ngobrol. Dia juga berikan untukku satu alasan untuk tetap optimis dan menyadarkan bahwa jiwaku tidak sendiri. Senyuman dan keceriaan dalam kelas memburu hatiku dan menemani batinku yang sepi yang merupakan keindahan nyata dalam hidup.
Aku teringat materi sore itu. Materi yang membuat aku dan teman-teman semakin bersemangat. Materi dengan permainan yang membutuhkan konsep fikiran dan kekompakan dengan kelompok. Tahukah kau yang kita lakukan???????? nah kau liat fhoto yang uwda ane tag. Itu semua teman kelompokku. Aku kenalkan yang sebelah kanan Desy, Nunk, Andi, Erin, Niar, dan satu lagi gak keliatan si rIesta hehehe...!!!!!!
Aku dan kelompokku membangun sebuah menara buku tinggi. Game ini dimulai dari intruksi pak lilik buat kita untuk membuat menara setinggi-tingginya dari apa yang kita miliki. Nah kau liat menara diatas. Menara diatas kita namai dengan menara buku tinggi karena tersusun dari buku-buku yang memiliki nilai jual dan hasil ide cemerlang kami,,,,hikhikhik...gua yakin lho bakal ketawa....ketika disuru bikin menara tinggi tapi menaranya kecil. Tapi itulah hasil karya kami. Berawal dari mindset yang imajinatif. Karena kami tahu bahwa kepuasan itu akan timbul ketika kita mampu menciptakan sesuatu dan menghargainya dengan rasa percaya diri yang tinggi. Nah kawan saatnya anda mendengarkan sugesti positif dari saya. " Yang mengasikkan dalam hidup kita bukan dimana kita berada, Melainkan kemana kita menuju". Untuk itu sudah selayaknya keegoisan positif dalm hidup kita muncul dalam sebuah persaingan.
salam saya: Yudi Maulana
Semakin bertambahnya hari, rasa syukurku tiada henti. Allah mempunyai rencana besar mempertemukanku dengan seorang dosen tampan, muda dan memiliki konsep hidup yang baik. Sore itu tepat pukul 03.00 adalah pertemuan ketiga dalam mata kuliah kewirausahaan yang dia ajarkan. Aku rela kehujanan demi mata kuliahnya. Entah apa yang membuat jiwaku terpanggil. Karena baru tahun ini aku menemukan seorang motivator yang mengajarkan hal kreatif yang belum pernah aku dapatkan. Namanya adalah Lilik Setiono. Sumpah ya!!!!! Aku gak habis fikir, dosen ini selain gokil dan nyaman diajak ngobrol. Dia juga berikan untukku satu alasan untuk tetap optimis dan menyadarkan bahwa jiwaku tidak sendiri. Senyuman dan keceriaan dalam kelas memburu hatiku dan menemani batinku yang sepi yang merupakan keindahan nyata dalam hidup.
Aku teringat materi sore itu. Materi yang membuat aku dan teman-teman semakin bersemangat. Materi dengan permainan yang membutuhkan konsep fikiran dan kekompakan dengan kelompok. Tahukah kau yang kita lakukan???????? nah kau liat fhoto yang uwda ane tag. Itu semua teman kelompokku. Aku kenalkan yang sebelah kanan Desy, Nunk, Andi, Erin, Niar, dan satu lagi gak keliatan si rIesta hehehe...!!!!!!
Aku dan kelompokku membangun sebuah menara buku tinggi. Game ini dimulai dari intruksi pak lilik buat kita untuk membuat menara setinggi-tingginya dari apa yang kita miliki. Nah kau liat menara diatas. Menara diatas kita namai dengan menara buku tinggi karena tersusun dari buku-buku yang memiliki nilai jual dan hasil ide cemerlang kami,,,,hikhikhik...gua yakin lho bakal ketawa....ketika disuru bikin menara tinggi tapi menaranya kecil. Tapi itulah hasil karya kami. Berawal dari mindset yang imajinatif. Karena kami tahu bahwa kepuasan itu akan timbul ketika kita mampu menciptakan sesuatu dan menghargainya dengan rasa percaya diri yang tinggi. Nah kawan saatnya anda mendengarkan sugesti positif dari saya. " Yang mengasikkan dalam hidup kita bukan dimana kita berada, Melainkan kemana kita menuju". Untuk itu sudah selayaknya keegoisan positif dalm hidup kita muncul dalam sebuah persaingan.
salam saya: Yudi Maulana

0 komentar:
Posting Komentar